Raden Adjeng Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Di tengah keterbatasan zaman kolonial, ia terus belajar dan menulis, menyuarakan pentingnya pendidikan bagi perempuan.
Kartini wafat pada usia 25 tahun, empat hari setelah melahirkan anak pertamanya. Surat-suratnya baru diterbitkan empat tahun setelah kematiannya dengan judul Door Duisternis tot Licht.
Yang sering terlupakan: Kartini juga menulis tentang ketidakadilan sistem feodal, kritik terhadap poligami, dan kerinduan akan kebebasan berpikir. Ia bukan sekadar pejuang pendidikan, tapi pemikir yang jauh melampaui zamannya.
Surat-suratnya kepada sahabat pena di Belanda, terutama Rosa Abendanon, menjadi dokumen sejarah yang kuat tentang kondisi perempuan di Jawa era kolonial. Habis Gelap Terbitlah Terang masih dibaca dan dipelajari hingga hari ini.
Lainnya di hari ini
753 SM – Kota Roma didirikan menurut legenda oleh Romulus, yang membunuh saudara kembarnya Remus dalam perselisihan soal lokasi kota. Dari pemukiman kecil di tepi Sungai Tiber ini tumbuh imperium yang menguasai sebagian besar dunia yang dikenal selama lebih dari 500 tahun.