Kamis

23

April 2026

Hari Buku Sedunia

BUDAYA

Hari Buku Sedunia

UNESCO merayakan buku dan budaya membaca di seluruh penjuru dunia

Ilustrasi peristiwa harini

Setiap 23 April, UNESCO memperingati Hari Buku Sedunia sebagai perayaan literasi dan hak cipta. Tanggal ini dipilih karena pada 23 April 1616, Shakespeare dan Cervantes, dua penulis terbesar dunia, wafat pada hari yang sama.

Setiap tahun satu kota dipilih sebagai Ibu Kota Buku Sedunia. Di Catalunya, Spanyol, orang-orang saling memberi mawar dan buku sebagai hadiah sejak abad ke-15.

Ilustrasi peristiwa harini

Di era digital, buku tidak mati, tapi berubah bentuk. E-book dan audiobook tumbuh pesat, sementara platform seperti Goodreads mengubah membaca menjadi pengalaman sosial yang bisa dibagikan.

Indonesia sendiri masih berjuang dengan tingkat literasi. Survei menunjukkan rata-rata orang Indonesia membaca kurang dari satu buku per tahun, jauh di bawah negara-negara dengan sistem pendidikan terkuat di dunia.

Lainnya di hari ini

Lainnya di hari ini

  • 1564 – William Shakespeare lahir di Stratford-upon-Avon. Ia menciptakan lebih dari 1.700 kata baru dalam bahasa Inggris yang masih dipakai hingga kini, termasuk "bedroom", "lonely", dan "generous". Dari 37 lakon yang ia tulis, tidak satu pun naskah aslinya yang berhasil selamat hingga hari ini.